PERINGATAN HUT RI KE-71 DI DESA AJI KUNING

14195960_1187560607980891_5863704676633070202_o

Dua minggu telah berlalu namun nuansa Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-71 di perbatasan pulau Sebatik Indonesia masih terasa. Berbagai aktifitas baik lomba maupun keramaian rakyat masih mewarnai aktifitas sebagian masyarakat desa. Di Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah misalnya, hari ini (5/9/2016) berlangsung Lomba gerak jalan indah. Sehari sebelumnya, digelar berbagai lomba untuk anak PAUD/TK. Sementara itu, turnamen sepak bola terbuka yang digelar lebih dulu juga masih saja berlangsung. Turnamennya yang digelar terbuka membuat pendaftaran membludak sehingga turnamen berlangsung cukup lama.

Tidak hanya dari Keecamatan lain di pulau Sebatik, peserta tim sepak bola ada juga yang datang dari pulau Nunukan. Lebih hebatnya lagi, Tim atau peserta dari negara tetangga juga ikut meramaikan lomba, turnamen maupun keramaian rakyat yang digelar di desa yang terkenal dengan Patok tiganya tersebut. Keterlibatan masyarakat negara lain dalam berbagai perhelatan dan keramaian bukan perkara baru. Ia telah berlangsung lama, bahkan mungkin sebelum kita sendiri menyadari dan mengenali bahwa di ujung negeri ada masyarakat perbatasan yang mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Kegiatan lomba dan keramaian yang digelar di Desa Aji Kuning dimotori oleh Kordinator Olahraga Kecamatan (KORCAM) Sebatik Tengah bekerjasama dengan Desa Aji Kuning. Sejumlah donator dari masyarakat juga ikut mendukung kegiatan ini. Tidak heran, berbagai kegiatan dengan enteng dilakukan. Selain bertujuan untuk memberi hiburan kepada masyarakat, KORCAM Sebatik Tengah juga menjadikan momentum ini untuk mengidentifikasi bibit-bibit unggul yang dapat dikembangkan untuk mengikuti berbagai perhelatan olahraga prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Pada lomba gerak jalan kali ini, tercatat 69 tim ikut meramaikan lomba yang menjadi kegiatan rutin tahunan di Desa Aji Kuning tersebut. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan Umum. Setiap sekolah rata-rata mengirim lebih dari dari satu tim. Untuk cabang lomba yang diikuti oleh umum, tampak beberapa tim yang cukup berusia, Tim Kelompok Dasa Wisma Desa Aji Kuning, begitu yang tertulis dipunggung bajo kaos lengan panjang yang mereka kenakan. Tim yang seluruhnya perempuan tersebut tampak begitu semangat dan antusias dalam mengikuti lomba ini, pada hal usia mereka tergolong tidak muda lagi. Kelompok Dasa Wisma adalah kelompok yang dibentuk untuk membantu kelancaran tugas-tugas dan program PKK di setiap desa dan kelurahan. Kelompok ini biasanya terdiri dari sedikitnya 10 KK. Kegiatan dasa wisma diarahkan untuk peningkatan kesehatan keluarga.

Bukan hanya di Desa Aji Kuning, kemeriahan hampir serupa juga terjadi di dua desa lainnya yang ada di Kecamatan Sebatik Tengah. Di Desa Bukit Harapan dan Desa Sungai Limau, lomba dan keramaian rakyat juga berlangsung sangat meriah. Kepanitian yang digawangi oleh mahasiswa yang sedang menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kedua tersebut mendapat dukungan luar biasa baik dari Pemerintah Desa maupun masyarakat setempat.

Ya, pada saat ini, di kedua desa yang disebutkan tadi, sejumlah mahasiswa dari Universitasa Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sedang melaksanakan program KKN di Kecamatan Sebatik Tengah, dengan lokasi penempatan di Desa Bukit Harapan dan Desa Sungai Limau. Kreatifitas mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Generasi Bakti Negeri (GBN) dengan batch #saudarasebatikII tersebut telah mampu memberi warna tersendiri dalam keramaian 17 Agustusan tahun ini di Kecamatan terluar tersebut.

Dari semangat yang terpancar di wajah-wajah masyarakat perbatasan seperti digambarkan di atas dan antusiasme serta partisipasi yang ditunjukkan dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan Indonesia di perbatasan, tidak terlihat jika mereka adalah masyarakat perbatasan yang selama ini sering diragukan nasionalismenya. Mereka begitu lancar melafalkan aba-aba gerak jalan dan begitu lihai men. Bahkan mereka begitu fasih menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu-lagu nasional lainnya. Di belahan bumi Indonesia lainnya, jangankan menghafalkannya, melafalkannya secara baik dan benar bagi sebagian masyarakat mungkin saja masih sulit dilakukan. Di halaman rumah-rumah mereka juga masih tampak berkibar bendera merah putih yang terikat kuat pada tiang-tiang bendera yang tertancap kokoh di dalam tanah, meskipun bendera-bendera itu sudah tiba waktunya untuk diturunkan.

Jika nasionalisme ukurannya adalah simbol-simbol, maka tidak ada alasan untuk meragukan nasionalisme mereka. Jika ukurannya adalah makanan dan minuman atau aksesosris yang dikenakan, kita pada umumnya yang jauh dari perbatasan pun sering kali lebih bangga memakai produk luar negeri ketimbang produk dalam negeri.

Kita dan sebagian media seringkali menilai nasionalisme masyarakat perbatasan dari apa yang mereka makan dan apa yang mereka pakai, tanpa memahami secara baik kenapa mereka membuat pilihan itu. Bisa jadi memang mereka tidak memiliki pilihan kecuali makanan atau pakaian itu. Toh tidak sedikit di antara kita yang memiliki kebebasan memilih dan menghadapi aneka ragam pilihan, tapi kemudian tidak membuat pilihan yang membuat kita tampak lebih nasionalis. Rasanya tidak cukup fair untuk menilai nasionalisme seseorang dari apa yang mereka gunakan atau kenakan. Kiranya dudukkan posisi kita pada posisi mereka, agar kita juga dapat memahami pilihan-pilihan hidup mereka.

Sebatik Tengah, 5/9/206 – Koordinator Olahraga Kecamatan (Korcam) Sebatik Tengah yang merupakan organisasi turunan dari Koordinator Olahraga Nasional (KONI) bekerjasama dengan Pemerintah Desa Aji Kuning, tahun ini kembali menggelar berbagai lomba dan keramaian. Lomba dan keramaian yang digelar ini merupakan bagian dari kontribusi KONI dan Pemerintah Desa dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 71 di Desa Aji Kuning, dan Kecamatan Sebatik Tengah secara luas. Menurut Koordinator Olahraga Kecamatan Sebatik Tengah, Asdar, S.Pd.I, tema yang diusung dalam kegiatan kali ini adalah Mengedepankan Kebersamaan Warga Antar Generasi Dalam Mewujudkan Semangat Nasionalisme, Kreatifitas dan Sportifitas Menujut Aji Kuning (Sebatik Tengah) Berprestasi.

Ditambahkan Asdar bahwa ada berbagai kegiatan yang dilombakan dalam kegiatan ini. Untuk Cabang Olahraga misalnya, ada turnamen sepak bola, sepak takraw, bola volley (putera dan puteri), serta bulu tangkis (perorangan dan beregu). Selain itu ada pula sepakbola untuk usia 40 tahun ke atas (U+40) dan sepakbola mini (U-13). Untuk keramaian sendiri meliputi : lomba mewarnai PAUD/TK, lomba makan krupuk dan lomba gerak jalan indah untuk tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/Umum.

Untuk beberapa cabang olah raga seperti sepak bola, panitia juga menerima pendaftaran dari Tim Sebatik Malaysia. seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa cabang olahraga yang diperlombakan juga diikuti oleh Tim dari (Sebatik) Malaysia, ungkap Asdar yang juga merupakan guru olahraga ini.

Camat Sebatik Tengah, Harman, ketika memberikan sambutan sebelum melepas peserta Lomba Gerak Jalan Indah pagi ini (5/9/2016) di lapangan Desa Aji Kuning, mengapresiasi KONI Kecamatan Sebatik Tengah dan Pemerintah Desa Aji Kuning yang telah menghadirkan berbagai kegiatan lomba dan keramaian dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI di Sebatik Tengah tahun ini. Menurut Harman, perlombaan, khususnya yang melibatkan kerjasama tim, adalah wadah pendidikan mental dan karakter yang terbaik. Kita tidak sukses karena kemampuan kita semata, di situ pasti ada peran orang lain. Kemampuan kita bekerjasama adalah salah satu syarat mutlak untuk kita menjadi sukses, tandas Harman. Ditambahkan Harman bahwa di antara kriteria penilain lomba gerak jalan adalah kekompakan, kreatifitas dan keindahan. Jika anak-anak dan saudara-saudara jalan dengan egonya masing-masing, maka yakin dan percaya tim anda pasti tidak akan dapat memberikan penampilan yang terbaik. Hanya yang terbaik berhak untuk juara, Harman menyemangati.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan